Program REKAN Lansia telah berjalan kurang lebih satu bulan lamanya. Berbagai aktivitas pun sudah dilakukan, termasuk pelatihan yang mendukung dan mengembangkan ilmu para relawan, baik yang dilakukan secara daring maupun luring. 

Beberapa pelatihan yang dilaksanakan melalui daring dengan Zoom Meeting, seperti pelatihan relawan pertama mengangkat tema ‘Kegawatdaruratan’ yang diisi oleh dokter spesialis penyakit dalam. Selanjutnya adalah pelatihan yang membahas mengenai manajemen gizi yang diisi oleh ahli gizi. 

Sedangkan pelatihan yang dilakukan secara luring, yaitu pelatihan yang diadakan pada 4 Desember 2021 lalu di Kolektif Co. Space. Pelatihan tersebut diselenggarakan dengan mengusung topik penggunaan alat fasilitas kesehatan untuk lansia. Para relawan diberikan arahan secara langsung mengenai cara menggunakan alat kesehatan. 

Setelah mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut, tiga orang relawan menceritakan kesan mereka mengikuti pelatihan dan program REKAN Lansia secara umum. Ketiga relawan tersebut adalah Tri Wahyuni yang berasal dari Gunung Kidul, Endah dari Sanden, dan Herlina asal Sewon. 

Ketiga relawan tersebut memiliki motivasi yang sama dalam mengikuti Program REKAN Lansia ini. Mereka mengaku situasi yang ada di lingkungan mereka adalah alasan mereka termotivasi dalam program REKAN Lansia. Situasi tersebut adalah ketika masih banyak lansia di sekitar mereka yang tidak tersentuh oleh program kesehatan pemerintah. Selain itu masyarakat di lingkungan tersebut yang ingin membatu, tidak memiliki ilmu kesehatan yang memadai. “Dengan bergabung REKAN Lansia, otomatis saya mendapat ilmu lebih tentang kesehatan, sehingga saya ingin menerapkan itu ke lingkungan saya,” ujar Tri.

Menyetujui perkataan Tri, Endah mengatakan keinginannya untuk bergabung REKAN Lansia juga dikarenakan minimnya pengetahuan lansia di lingkungannya terkait ilmu kesehatan. “Apalagi saya tinggal di kampung dan akses informasi lansia di kampung sangat kurang,” kata Endah. Sehingga bagi Endah, dengan menjadi pendamping lansia, ia mendapatkan ilmu yang berguna bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.

Menambahkan kedua temannya, Herlina mengatakan bahwa disamping mendapatkan ilmu yang berguna, menjadi relawan pendamping lansia menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya. “Saya dapat membantu para lansia untuk aware dengan kesehatan mereka. Selain itu, saya juga merasakan rasa bahagia tersendiri saat dapat menjadi fasilitator untuk lansia,” ungkap Herlina.

Tidak ketinggalan, ketiga relawan juga mengungkapkan harapan mereka terhadap Program REKAN Lansia ini. Dengan kompak, ketiganya mengingkan kegiatan pelatihan pendamping lansia dapat diperbanyak lagi dan menjadi kegiatan rutin untuk kedepannya. Selain itu mereka menginginkan agar Program REKAN Lansia dapat berkesinambungan. “Akan lebih baik jika terus diadakan program-program lain yang dapat membantu para lansia meraka diperhatikan secara detail,” tutup Herlina. 

Ditulis oleh: Yunisa Anindita

Leave a Reply

Your email address will not be published.