Di tengah berlangsungnya global pandemi saat ini, banyak kelompok maupun individu yang mengalami kerugian. Tak terkecuali para perempuan kepala keluarga atau ibu yang menjadi sosok tunggal penyokong kebutuhan keluarga. Kesulitan yang dialami oleh kelompok ini menjadi dua kali lipat lebih berat dibandingkan dengan sebelum adanya pandemi. Hal ini yang kemudian mendorong Yayasan Rumpun Nurani melakukan upaya pemberdayaan bagi ibu dengan latar belakang incomplete family untuk dapat mandiri secara finansial.

Di bawah naungan Departemen Ekonomi Yayasan Rumpun Nurani, program dengan tajuk “Program Komunitas Ibu Pilihan (KIP)” telah diinisiasi sejak tahun 2018, dan kemudian berhasil diimplementasikan pada tahun 2020. Program KIP ini mencakup rangkaian kegiatan keterampilan serta pelatihan kewirausahaan. Dalam hal ini, Yayasan Rumpun Nurani bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada anggota KIP. Pelatihan tersebut mencakup pembuatan produk-produk makanan, sabun, dan produk natural berkualitas lainnya.

Program KIP ini berdampak pada 28 ibu tunggal yang dihimpun dalam grup Whatsapp. Keberhasilan program ini juga terlihat dari anggota yang telah berhasil mendalami keterampilan mereka dalam membuat sabun, sosis, yoghurt, preserved fruit, dan aneka frozen food lainnya. Dengan menekankan pemahaman ilmu wirausaha dari rumah, Program KIP kerap berupaya untuk terus memberikan dampak peningkatan pada pendapatan keluarga anggotanya.

Berikut di bawah ini merupakan dokumentasi kegiatan Pemberdayaan Perempuan/Ibu Tunggal dengan Mengembangkan Produk Natural dan Rumahan (Homemade) – Keju dan Sosis. Dalam kegiatan ini, para ibu mendapatkan arahan langsung dari tiga orang narasumber yang mempraktikkan pembuatan produk-produk makanan alami. Didukung oleh DPPM UII, kegiatan yang menjadi salah satu program kerja Departemen Ekonomi Yayasan Rumpun Nurani ini berhasil berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari para pesertanya.

Sumber: dokumen pribadi

Yuni Windarti, Koordinator Departemen Ekonomi Yayasan Rumpun Nurani, mengatakan bahwa selama setahun berjalan, Program KIP terasa menyenangkan meskipun masih terbatas akibat pandemi. “Pelaksanaan Program KIP tidak dapat berjalan begitu efektif dan tidak dapat memiliki komunikasi intensif antar anggotanya,” jelas Yuni. Oleh karena itu, kedepannya Yayasan Rumpun Nurani akan terus mengevaluasi dan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang ada dalam Program KIP.

Sumber: dokumen pribadi

Yuni juga berharap melalui Program KIP ini, dalam jangka panjang  dapat mendorong anggotanya untuk dapat berdaya dengan hidup mandiri dan sejahtera. Selain itu Yuni juga berharap Program KIP dapat mendampingi lebih banyak lagi ibu yang menjadi kepala keluarga. “Semoga program KIP dari Yayasan Rumpun Nurani ini bisa berdampak baik pada satu juta ibu pilihan,” tutur Yuni.

Ditulis oleh: Yunisa Anindita

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.