Romantis ala Rasulullah

Setiap pasangan memiliki karakteristik, pemikiran, latar belakang, dan persoalan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, membangun romantis dan kemesraan dalam hubungan berpasangan membutuhkan ilmu. Rasulullah SAW Bersabda:

Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yang paling baik pada keluarganya, istrinya dan anak-anaknya, dan aku adalah orang terbaik dalam memperlakukan keluargaku.” (HR Tirmidzi).

Dari sabda Rasulullah tersebut, telah jelas bahwa Allah telah menurunkan seorang rasul yang menjadi suri tauladan bagi kita termasuk dalam membina hubungan rumah tangga yang harmonis.

Hal tersebut yang melatarbelakangi kegiatan Obrolan Perkara Ayah (OPERA) yang diselenggarakan pada Ahad (14-03-2021) dengan tema romantis ala Rasulullah. Dalam ceramahnya, Ustad Salim A Fillah menjelaskan beberapa hal yang menjadi kunci dari romantis dalam berumah tangga seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu:

Membangun Rumah Tangga Berlandaskan Niat kepada Allah

Landasan utama dalam membangun rumah tangga adalah niat beribadah karena Allah. Niat ibadah karena Allah ini adalah bentuk kecintaan kita kepada pasangan, yang dilandaskan dengan ridha dari Allah SWT. Sebab apabila niat tersebut tidak dilandaskan karena Allah, rasa sakit dan kecewa akan sering dirasakan.

Misalnya dalam perlakuan romantis yang kita berikan kepada pasangan hanya atas dasar ingin menyenangkan pasangan, namun ketika tidak mendapatkan hal yang serupa menimbulkan kekecewaan karena bertepuk sebelah tangan. Akan tetapi, ketika perlakuan romantis yang kita berikan kepada pasangan dengan niat mendapat ridha Allah, kita tidak akan mendapatkan kekecewaan atas balasan yang diberikan oleh Allah SWT.

Berorientasi pada Berkah

Berkah adalah bertambahnya kebaikan disetiap keadaan. Sebagaimana doa yang sering dihaturkan saat menikah, “Barakallahulakuma wabaraka alaikuma wajamaa bainakuma fii khoir” Orientasi berkah tersebut bisa kita pahami dari doa tersebut adalah:

Barakallahulakuma (Semoga Allah memberikan berkah kepadamu) kalimat ini berbicara tentang bertambahnya kebaikan dalam hal-hal yang menyenangkan, menggembirakan dan membahagiakan. Ketika semua hal tersebut mendapatkan sebuah keberkahan dari Allah, maka akan datang sebuah kelapangan, kenikamatan, keberhasilan. 

Wabaraka alaikuma (semoga Allah memberikan berkah atasmu). Kalimat ini berbicara tentang sebuah ujian yang berat, seperti musibah, kehilangan, dan kesempitan. Jika mendapatkan berkah dari Allah, ujian yang berat tersebut menjadikan kita semakin dekat dengan Allah, serta ikatan pasangan dan keluarga semakin kokoh. 
Wajama’a bainakuma fii khoir (semoga Allah menghimpun kalian di dalam kebaikan). Ketika pasangan sudah memperoleh keberkahan dari Allah, maka yang akan didapatkan bukan hanya kebaikan di dunia, tetapi juga kebaikan di akhirat kelak.

WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Pinterest

Artikel Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *