Sebagai salah satu kelompok yang paling rentan terhadap pandemi, kasus morbiditas pada lansia di Indonesia menunjukkan peningkatan yang pesat. Sebagaimana dilansir dari Kementerian Kesehatan 2020, angka kematian akibat COVID-19 kian meningkat seiring bertambahnya usia. Sebanyak 8% pada usia 45-54 tahun, 14% pada usia 55-64 tahun, dan 22% pada usia di atas 65 tahun. Dengan kondisi tersebut, Yayasan Rumpun Nurani menginisiasi program yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan lansia.

Program yang bernama Relawan Kesehatan (REKAN) Lansia ini bertujuan untuk mendampingi lansia termasuk dengan memantau kesehatannya. Terdapat 50 orang REKAN Lansia yang akan mengunjungi rumah 250 lansia di wiyalah DIY. Para relawan yang tergabung dalam Program REKAN Lansia sendiri diseleksi dengan baik melalui Sekolah Lansia Salimah DIY. Alasan dari pengambilan relawan dari Sekolah Lansia Salimah adalah pengalaman dan skill yang telah dimiliki para relawan di dalamnya. 

Sekolah Lansia Salimah sendiri dibentuk untuk melakukan pendampingan psikologis dan sosial lansia. Sehingga bentuk pelatihan dan pendampingan yang dilakukan untuk membekali relawan Sekolah Lansia difokuskan pada topik serupa. Seperti memahami psikologis lansia, menjalin komunikasi yang baik dengan lansia, hingga pengelolaan administrasi Sekolah Lansia. Sejak pandemi COVID-19, dilakukan pelatihan baru yang membekali relawan untuk dapat mengelola kesehatan dasar lansia. 

Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terhadap relawan Sekolah Lansia Salimah dilakukan dengan membentuk peer group yang beranggotakan 7 hingga 10 relawan berbasis wilayah. Melalui peer group tersebut, dilakukan mentoring satu kali dalam seminggu. Selain itu, pelatihan pengembangan diri bagi seluruh relawan beberapa kali dilakukan secara insidental. Metode pelatihan dan pendampingan tersebut, nantinya akan diterapkan juga dalam program REKAN Lansia. 

Sebagai pendamping kesehatan dasar lansia, REKAN Lansia akan dihubungkan dengan tenaga kesehatan di tingkat kecamatan, seperti POSYANDU LANSIA, sebagai tenaga medis formal dalam mengelola kesehatan lansia. Mengingat selama masa pandemi ini, lansia diharapkan untuk mengurangi kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan. 

Selain itu, REKAN Lansia juga nantinya akan membantu para lansia untuk mendapatkan vaksinasi lengkap. Hal ini dikarenakan saat ini di Provinsi DIY sendiri sebesar 70% lansia yang telah menerima satu dosis vaksin. Sedangkan hanya 58% dari mereka yang telah menerima dosis penuh.  Situasi ini menunjukkan risiko terhadap kesehatan lansia selama masa pandemi COVID-19.  

Ditulis oleh: Yunisa Anindita

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.