Komunitas Ibu Pilihan (KIP), salah satu kelompok binaan dari Departemen Ekonomi Yayasan Rumpun Nurani melakukan kurasi produk pada Jum’at, 29 Juli 2022 lalu, bertempat di Kolektif Co. Space. Kegiatan kurasi produk ini bertujuan untuk menyaring produk dan produsen yang sesuai dengan kriteria KIP. 

Setelah kegiatan kurasi produk selesai, Tim Media Yayasan Rumpun Nurani berkesempatan menemui dan berbincang dengan Heni Andri Utami selaku kurator produk dan Meity Sukmawati selaku koordinator KIP. Mereka membagi informasi mengenai kegiatan kurasi produk dan serta KIP sebagai sebuah komunitas.  

Apa itu Komunitas Ibu Pilihan?

 Komunitas Ibu Pilihan (KIP) awalnya adalah komunitas yang memberi wadah bagi ibu secara umum. Namun, karena banyaknya komunitas yang serupa, Departemen Ekonomi Yayasan Rumpun Nurani memilih untuk memperkecil komunitas menjadi wadah bagi para ibu tulang punggung keluarga. Baik karena bercerai, suami yang telah meninggal, ataupun suami yang tidak dapat bekerja karena sakit dan lain sebagainya. 

Berapa banyak anggota KIP?

Saat ini terdapat sekitar 60 ibu yang tergabung dalam KIP. Namun, dari jumlah tersebut, terhitung ada sekitar 22 ibu yang sangat aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan KIP. 

Hal ini juga menjadi tantangan bagi pengurus untuk memperbanyak anggota yang bergabung di KIP. Untuk menarik ibu-ibu tunggal ini, dilakukan pengenalan mengenai KIP ini dengan mengedepankan keunikan. Jadi dalam KIP tidak hanya membantuk untuk memasarkan produk, tetapi juga memberikan pendampingan dan penguatan emosi kepada para ibu tunggal melalui kegiatan diskusi secara langsung dan webinar. 

Apa saja yang dilakukan oleh KIP?

Seperti yang telah disebutkan diatas, dalam KIP ini dilakukan pendampingan dari awal hingga akhir bagi ibu-ibu dalam memproduksi dan distribusi produk jualannya. Selain produknya, dilakukan juga pendampingan dan motivasi dengan saling mendengarkan dan becerita. Sehingga anggota KIP dapat saling mendukung satu sama lain. 

Apa itu kegiatan kurasi produk yang dilakukan sekarang?

Heni menjelaskan bahwa kurasi produk adalah menilai dan memastikan produk yang dipasarkan adalah produk yang baik. Kriteria baik ini dijelaskan dengan suatu produk harus memiliki izin usaha, seperti nomor induk berusaha berbasis risiko, izin PIRT atau izin keamanan pangan, izin edar, serta sertifikasi halal. 

Sehingga produk yang dijual tersebut bukan hanya sekadar bagus kemasannya, namun izinnya juga lengkap. Selain itu juga makanan dipastikan masuk ke dalam kategori sehat, tidak berpengawet, tidak menggunakan micin dan pewarna makanan yang berlebihan. Hal ini juga menjadikan dorongan bagi ibu-ibu untuk memproduksi makanan sehat.  

Bagaimana memastikan produk itu aman?

Untuk memastikan produk aman, dilakukan pendampingan dari hulu ke hilir. Artinya adalah melalui Komunitas Ibu Pilihan (KIP) dilakukan pendampingan dan pemantauan mulai dari pemilihan produk yang sehat, pengemasan yang menarik, hingga distribusi yang meluas. 

Apa saja media yang dimanfaatkan untuk memasarkan produk KIP?

Pemasaran dilakukan secara online melalui berbagai platform seperti Instagram. Akun yang digunakan untuk pemasaran ini disebut dengan nama Nun Shop. Selain pemasaran melalui media online, dilakukan juga pemasaran secara langsung dengan membuka Nun Corner dalam bazar yang dilakukan Yayasan Rumpun Nurani. Hingga saat ini, Yayasan Rumpun Nurani telah melakukan bazar sebanyak dua kali di Kolektif Co. Space. 

Ditulis oleh: Ahmad Wasil Mustofa

Leave a Reply

Your email address will not be published.