Pentingnya Memahami Pengelolaan Keuangan Keluarga Sebelum Menikah

Dalam Islam sendiri, pernikahan dianggap sebagai ibadah kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ar-Rum ayat 21 Surah An-Nisa ayat 1 yang berbunyi:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum: 21)

 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa: 1)

Merujuk pada ayat di atas, tujuan diciptakannya manusia adalah untuk menjadikannya berpasang-pasangan melalui pernikahan dan membangun sebuah keluarga. Untuk mewujudkannya, tentu banyak aspek yang perlu diperhatikan dengan detail bersama calon pasangan. Salah satunya meliputi persoalan finansial yang merujuk pada kebiasaan dan perilaku dalam mengelola keuangan. 

Aspek perencanaan finansial atau financial planning merupakan gambaran konsekuensi terhadap segala keputusan dalam rumah tangga yang digunakan sebagai peta arah mencapai tujuan keuangan. Telah banyak diskusi mengenai urgensi dari financial planning, bahkan banyak penelitian menyoroti permasalahan ekonomi sangat berdampak pada angka perceraian. 

Hal tersebut yang kemudian menjadikan financial planning sebagai salah satu materi Kelas Tiga Puluh Hari Memantaskan Diri (THMD) dalam Program Sekolah Calon Ayah (SCA) dan Sekolah Calon Ibu (SCI). Kelas tersebut diisi oleh Siti Alfiah Kusumawardani yang akrab disapa Danik, selaku Bendahara Yayasan Rumpun Nurani.  Terdapat beberapa poin penting yang disampaikan Danik terkait financial planning pada kelas TMHD, yaitu sebagai berikut:

  • Mendiskusikan Keuangan Dengan Acuan Referensi

Danik menjelaskan cara terbaik untuk berdiskusi mengenai keuangan adalah dengan mengacu pada data dan referensi yang dimiliki masing-masing pasangan. Pengalaman pribadi tiap pasangan juga dianggap penting oleh Danik, karena dapat menjadi suatu pertimbangan dalam memutuskan dan menyusun prioritas keuangan dalam keluarga. Maka dari itu, penting bagi calon pasangan berbicara jujur terkait sikap mereka terhadap uang. Kejujuran tersebut akan sangat membantu mencapai kesepakatan dan juga solusi terbaik dalam masalah finansial. 

Sumber: dokumen pribadi Zoom Meeting Tiga Puluh Hari Memantaskan Diri 

 Danik juga menambahkan dengan memiliki tujuan finansial yang selaras dengan tujuan pernikahan dapat memengaruhi penggunaan uang dalam keluarga. Ia kemudian memberi contoh apabila tujuan pernikahan selaras dengan sunnah Rasulullah SAW yang sederhana, maka penggunaan uang akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. “Kita tidak akan terlalu memikirkan keinginan untuk memiliki rumah yang teramat mewah, namun sebaliknya, kita akan lebih fokus untuk memiliki rumah yang dapat memudahkan kita untuk shalat,” jelas Danik. 

  • Pembagian Tugas Keuangan yang Sesuai

Poin selanjutnya yang disampaikan Danik adalah pentingnya untuk membagi tugas keuangan sesuai dengan karakter dan kemampuan pengelolaan finansial yang dimiliki pasangan. Dalam hal ini Danik menegaskan bahwa pembagian tugas dalam pengelolaan keuangan sangat custom made dan berbeda dalam tiap rumah tangga. “Hal ini harus sesuai dengan kesepakatan bersama yang sudah didiskusikan di awal pernikahan,” ujarnya. 

  • Menyusun Anggaran Bulanan

Hal yang tidak kalah penting dalam mengelola keuangan keluarga adalah dengan menyusun anggaran bulanan. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membagi money stream yang ada di dalam keluarga dan menyusunnya berdasarkan beberapa kategori.

 Sebagai contoh, Danik membagi dana yang dimilikinya untuk biaya wajib, biaya rutin bulanan, tabungan, investasi, dan ziwaf. “Dari kategori yang telah dibuat tersebut, dapat dibuat rincian laporan bulanan penggunaan uang yang bisa dievaluasi maupun disepakati untuk terus berkelanjutan,” imbuhnya.

  • Bijak Berinvestasi

Dalam mengelola keuangan, berinvestasi menjadi salah satu opsi yang bisa dilakukan pasangan. Maka dari itu penting untuk para pasangan dalam memutuskan aset investasi yang hendak dipilih saat telah menikah. Hal pertama yang dapat dilakukan pasangan adalah mempelajari jenis-jenis instrumen investasi. “Apakah hendak berinvestasi untuk jangka pendek, menengah, atau jangka panjang,” kata Danik. Menurutnya hal ini dapat dilakukan pasangan dengan menentukan fungsi dari dana yang hendak diinvestasikan, mulai dari tujuan investasi, estimasi dana yang hendak diraih, dan lama waktu investasi. 

  • Menyiapkan Dana Pendidikan Anak dengan Tepat

Dana pendidikan merupakan satu dari banyaknya dana yang harus disiapkan sedini mungkin pasangan yang hendak menikah. Danik menjelaskan bahwa mengingat inflasi yang sangat berpengaruh pada kenaikan harga barang dan jasa, kebutuhan untuk dana pendidikan tentunya akan terus meningkat tiap tahunnya. 

Maka dari itu, Danik menyarankan para calon orang tua untuk belajar menabung sedini mungkin dan mulai mengalokasikan uang yang dimiliki. Ia mengatakan salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membagi masing-masing tabungan dan keperluan. Danik merasa akan lebih efektif bila dana pendidikan anak dibuat dalam satu media penyimpanan yang bersumber dari penghasilan yang telah disisihkan tiap bulan. 

Dengan mengacu pada cara-cara di atas, Danik merasa para pasangan yang hendak menikah dapat meminimalisir terjadinya konflik terkait masalah keuangan setelah menikah. “Jika sudah membicarakan rencana finansial dengan jujur dan terbuka pada pasangan, akan jauh lebih mudah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di kedepannya nanti,” kata Danik menutup penjelasannya.

Nah, bagaimana tanggapan Kawan Nurani mengenai financial planning ini? Apakah sudah terbesit jelas betapa pentingnya memahami pembelajaran rumah tangga sebelum menikah? Selain materi financial palnning ini, ada banyak sekali materi bermanfaat lain yang dapat Kawan Nurani pelajari dalam Program Sekolah Calon Ayah dan Ibu. Oleh karena itu Kawan Nurani dapat terus pantengin informasi terbaru mengenai TMHD melalui instagram @sekolahcalonayah dan @sekolahcalonibu ya! 

 

Ditulis oleh: Yunisa Anindita

WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Pinterest

Artikel Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *