Kerja Sama Yayasan Rumpun Nurani dengan Atlantic Institute dalam Penggarapan Film Dokumenter

Yayasan Rumpun Nurani bekerja sama dengan Atlantic Institute dalam penggarapan film dokumenter kegiatan Yayasan Rumpun Nurani. Film dokumenter ini disutradai oleh Ade Ansori, perwakilan Atlantic Institute. Penggarapan film ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 1-2 Maret 2021.  

Pada hari pertama, pengambilan gambar dilakukan di Kolektif Collaboration Space, yang merupakan co-working space yang digagas oleh Yayasan Rumpun Nurani, dan sekaligus menjadi kantornya. Video pertama yang dilakukan adalah wawancara dengan Ketua Yayasan Rumpun Nurani, yaitu Rennta Chrisdiana.

Masih pada hari yang sama, pengambilan video selanjutnya dilaksanakan di Rumah Sakit Nur Hidayah yang berlokasi di Jalan Imogiri Timur Km 11, Kabupaten Bantul. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit penerima bantuan dari Program Nurani Bergerak milik Yayasan Rumpun Nurani. Kegiatan penggarapan film dokumenter pada hari itu kemudian ditutup dengan wawancara dengan Dr. Sagiran, selaku Ketua Yayasan Nur Hidayah.

Penggarapan film dokumenter kemudian dilanjutkan pada Selasa, 2 Maret 2021 dan berlokasi di Kabupaten Gunung Kidul. Tim memmulai perjalanan dari Yogyakarta menuju Gunung Kidul sejak pukul 07.00 WIB. Pengambilan video pertama dilakukan di Desa Mulo, Kabupaten Gunung Kidul. Didampingi beberapa staf dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, tim bertemu dengan beberapa lansia penerima bantuan dari program Nurani Bergerak khusus lansia. Mereka adalah Mbah Ngatinem, Mbah Landep, dan Mbah Nasikem. 

Setelah proses pengambilan video di kediaman lansia penerima bantuan selesai, tim melanjutkan ke wilayah sekitar Pantai Kukup untuk bertemu dengan Komunitas Sapta Karya. Komunitas tersebut adalah komunitas yang anggotanya terdiri dari para pengrajin, pengelola, dan pedagang di Pantai Kukup. Video yang diambil adalah video wawancara dengan salah satu anggota dari Sapta Karya, Bapak Wasiyo. 

Bersama dengan beliau, tim diajak untuk melihat kondisi sekitar pantai. Banyak pedagang di Pantai Kukup yang terpaksa memilih menutup lapak mereka, karena sedikitnya pengunjung yang datang ke Pantai Kukup. Kondisi pedagang dan pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul kemudian dijelaskan melalui wawancara dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Ir. Asti Wijayanti, M. A. Wawancara tersebut sekaligus sebagai penutup dari kegiatam pengambilan video yang dilaksanakan pada hari itu. 

Selama proses penggarapan film dokumenter ini berlangsung, tidak sedikit kendala yang dihadapi oleh tim. Mulai dari suara berisik kendaraan, gangguan teknis dari mikrofon dan kamera yang tidak fokus. Sehingga mengakibatkan pengambilan video harus dilakukan berulang kali. Namun, berkat semangat dan kerja sama yang baik dari tim proyek penggarapan film dokumenter ini, proses pengambilan video dapat terlaksana dengan baik hingga akhir. 

Ditulis oleh: Ahmad Wasil Mustofa

Rekomendasi Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *