Soft Skills Penting dalam Pengelolaan Konflik Rumah Tangga

Konflik adalah hal yang alami terjadi dalam setiap hubungan manusia. Dalam sebuah rumah tangga pun, konflik sangat sering dijumpai antara suami istri. Hal inilah yang menjadikan Yayasan Rumpun Nurani merasa penting untuk membawa materi konflik dalam sesi Tigapuluh Hari Memantaskan Diri (THMD). Kelas TMHD yang diselenggarakan pada 20 Juni 2021 lalu, membahas mengenai penanganan konflik dalam rumah tangga dan menghadirkan Agus Nahrowi atau Gusrowi sebagai pemateri kelas. 

Dalam kesempatan itu, didiskusikan gaya konflik dari masing-masing peserta kelas yang didapatkan melalui hasil tes diskusi. Menurut Gusrowi, mengetahui gaya konflik dalam hubungan merupakan langkah penting sebelum menangani konflik yang terjadi. Hal ini dikarenakan masing-masing orang akan memiliki gaya yang berbeda ketika dihadapkan pada suatu konflik. 

Ada yang cenderung bersikap menghindari keputusan dalam bentuk apapun (Avoiding), tidak mau kalah dengan menerapkan pemahaman win-lose (Competing), mengorbankan diri sendiri untuk mengikuti orang lain (Accommodating), serta yang memberi solusi sementara (Compromising), dan mencari win-win solutions untuk dua belah pihak (Collaborating). 

Setelah mengajak para peserta untuk memahami gaya konflik masing-masing, Gusrowi melanjutkan penjelasannya terkait kemampuan yang perlu ditanamkan dalam diri sendiri untuk mengelola masalah. Diantaranya, adalah:  

  1. Open minded. Sikap open minded yang dimaksud Gusrowi adalah cara seseorang dapat memiliki kemampuan untuk berpikiran terbuka, mempertimbangkan perspektif lain, dan berusaha berempati kepada orang lain, bahkan ketika tidak setuju dengan pendapat orang lain.
  2. Growth mindset. Growth mindset didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk terus maju dan dapat berubah dengan perkembangan yang ada di sekitar. Dalam mindset berkembang, orang percaya bahwa kemampuan paling dasar mereka dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras, sedangkan otak dan bakat hanyalah titik awal. Pandangan ini menciptakan kecintaan belajar dan ketahanan yang penting untuk pencapaian yang hebat
  3. Framing or the art of thinking differently. Gustowi juga menekankan pentingnya untuk memiliki kemampuan framing masalah.  Framing ini sendiri dianggapnya sebagai metode untuk menemukan solusi dari sebuah konflik yang mengharuskan seseorang untuk berpikir tidak biasa dan memutar balik sudut pandangnya. Dalam istilah lain, Gustowi menyebut framing sebagai an ability of someone to think outside the box.
  4. Empathic communication. Kemampuan ini adalah kemampuan berkomunikasi dengan baik yang mana seseorang dapat menjadi pendengar aktif dan mampu memahami kondisi psikologis lawan bicaranya. Gustowi juga menganggap kemampuan ini menjadi salah satu fondasi dari terjalinnya hubungan yang sehat dalam rumah tangga. 
  5. Anger management. Kemampuan selanjutnya yang dijelaskan Gustowi berkaitan langsung dengan cara seseorang mengontrol emosinya. Hal ini dianggap penting oleh Gustowi, karena ia kerap melihat banyak sekali kesalahpahaman kecil yang menjadi konflik besar dengan pengendalian emosi yang buruk.
  6. Treat the conflict with positive attitude. Gustowi mengatakan penting untuk seseorang bisa membangun hubungan baik dengan konflik dan juga lawan yang berkonflik dengannya. Menurutnya, konsep cara pandang seperti ini sangat efektif untuk membantu menyelesaikan konflik yang ada.
  7. Sense of humor. Terakhir, Gustowi menekankan kebutuhan untuk memiliki sense of humor bagi setiap orang. Ia mengatakan bahwa sense of humor sangat membantu orang banyak dalam menghindari stres dan depresi yang disebabkan konflik panjang. Sense of humor pulalah yang dapat membuat orang lain lebih bersemangat dan banyak tersenyum meskipun berada dalam suatu masalah.

Nah, Kawan Nurani, Apakah sudah terbesit jelas betapa pentingnya memahami membekali diri tentang pengelolaan konflik rumah tangga?. Selain pengelolaan konflik, ada banyak sekali materi-materi bermanfaat yang dapat teman-teman pelajari lebih dalam selagi mengikuti Program Sekolah Calon Ayah dan Ibu di Yayasan Rumpun Nurani. Lebih lanjutnya, selalu tunggu info barunya melalui instagram @sekolahcalonayah dan @sekolahcalonibu ya! 

Ditulis oleh: Yunisa Anindita

WhatsApp
Facebook
Twitter
Email
Pinterest

Artikel Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *